Pusat Pembinaan Penerjemah Sedang Memepersiapkan Pelaksaan Pembukaan Pelatihan Kemahiran Berbahasa Jepang Tahun 2026.
Jakarta,
2 Juli 2026 – Pusat Pembinaan Penerjemah (Pusbinter) Kementerian Sekretariat
Negara RI menyelenggarakan Pembukaan Pelatihan Kemahiran Bahasa Jepang Tahun
2026 secara daring pada Kamis (2/7). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya
Pusbinter dalam meningkatkan kompetensi Pejabat Fungsional Penerjemah,
khususnya dalam penguasaan bahasa asing yang dibutuhkan untuk mendukung
pelaksanaan tugas pemerintahan.
Kepala
Pusat Pembinaan Penerjemah, Sri Wahyu Utami, dalam sambutannya menyampaikan
bahwa pelatihan ini merupakan penyelenggaraan perdana yang dilaksanakan sebagai
respons terhadap kebutuhan penerjemah untuk terus meningkatkan kemahiran
berbahasa asing di tengah semakin eratnya kerja sama antara Indonesia dan
Jepang.
"Hubungan
kerja sama Indonesia dan Jepang di berbagai sektor, mulai dari ekonomi,
teknologi, pendidikan, hingga budaya, terus mengalami peningkatan. Kondisi
tersebut menuntut tersedianya penerjemah yang tidak hanya menguasai bahasa,
tetapi juga mampu memahami konteks budaya dan menyampaikan pesan secara
akurat," ujar Sri Wahyu Utami.
Lebih
lanjut, beliau menekankan bahwa seorang penerjemah memiliki peran strategis
sebagai jembatan komunikasi, peretas batas bahasa, dan fasilitator pertukaran
ilmu serta budaya. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi bahasa, khususnya
bahasa Jepang yang memiliki karakteristik dan tingkat kesopanan (keigo) yang
kompleks, menjadi hal yang sangat penting.
Pelatihan
Kemahiran Bahasa Jepang Tahun 2026 diselenggarakan bekerja sama dengan Pusat
Studi Jepang Universitas Indonesia dan akan berlangsung selama empat bulan.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memperdalam kemampuan berbahasa
Jepang, memahami aspek kebahasaan maupun budaya, serta meningkatkan kualitas
hasil penerjemahan dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Pada
kesempatan tersebut, Kepala Pusbinter juga mengajak seluruh peserta untuk
memanfaatkan pelatihan secara maksimal dengan aktif berdiskusi, bertanya, serta
mempraktikkan materi yang diperoleh. Selain itu, peserta diharapkan dapat
mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh komitmen hingga selesai.
Mengakhiri
sambutannya, Sri Wahyu Utami secara resmi membuka Pelatihan Kemahiran Bahasa
Jepang Tahun 2026 dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata
dalam mendukung pengembangan kompetensi Pejabat Fungsional Penerjemah serta
memperkuat kualitas layanan penerjemahan di lingkungan instansi pemerintah. (PUSBINTER) (SFS).