Pusbinter Selenggarakan Pelatihan Kemahiran Bahasa Jepang Tahun 2026 untuk Tingkatkan Kompetensi Penerjemah

Pusbinter Selenggarakan Pelatihan Kemahiran Bahasa Jepang Tahun 2026 untuk Tingkatkan Kompetensi Penerjemah

Pusat Pembinaan Penerjemah Sedang Memepersiapkan Pelaksaan Pembukaan Pelatihan Kemahiran Berbahasa Jepang Tahun 2026.

  • Senin, 6 Juli 2026 pukul 06.28
  • Pusbinter
  • Dilihat 31 kali

Jakarta, 2 Juli 2026 – Pusat Pembinaan Penerjemah (Pusbinter) Kementerian Sekretariat Negara RI menyelenggarakan Pembukaan Pelatihan Kemahiran Bahasa Jepang Tahun 2026 secara daring pada Kamis (2/7). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pusbinter dalam meningkatkan kompetensi Pejabat Fungsional Penerjemah, khususnya dalam penguasaan bahasa asing yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.

 

Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah, Sri Wahyu Utami, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan penyelenggaraan perdana yang dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan penerjemah untuk terus meningkatkan kemahiran berbahasa asing di tengah semakin eratnya kerja sama antara Indonesia dan Jepang.

 

"Hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, teknologi, pendidikan, hingga budaya, terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menuntut tersedianya penerjemah yang tidak hanya menguasai bahasa, tetapi juga mampu memahami konteks budaya dan menyampaikan pesan secara akurat," ujar Sri Wahyu Utami.

 

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa seorang penerjemah memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi, peretas batas bahasa, dan fasilitator pertukaran ilmu serta budaya. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi bahasa, khususnya bahasa Jepang yang memiliki karakteristik dan tingkat kesopanan (keigo) yang kompleks, menjadi hal yang sangat penting.

 

Pelatihan Kemahiran Bahasa Jepang Tahun 2026 diselenggarakan bekerja sama dengan Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia dan akan berlangsung selama empat bulan. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memperdalam kemampuan berbahasa Jepang, memahami aspek kebahasaan maupun budaya, serta meningkatkan kualitas hasil penerjemahan dalam pelaksanaan tugas kedinasan.

 

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusbinter juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan secara maksimal dengan aktif berdiskusi, bertanya, serta mempraktikkan materi yang diperoleh. Selain itu, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh komitmen hingga selesai.

 

Mengakhiri sambutannya, Sri Wahyu Utami secara resmi membuka Pelatihan Kemahiran Bahasa Jepang Tahun 2026 dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung pengembangan kompetensi Pejabat Fungsional Penerjemah serta memperkuat kualitas layanan penerjemahan di lingkungan instansi pemerintah. (PUSBINTER) (SFS).

Kritik & Saran

Aplikasi Mobile e-JFP

Sistem aplikasi jabatan fungsional penerjemah (e-JFP) dari Sekretariat Negara selaku pembina jabatan fungsional penerjemah.

Download Sekarang !