Pusat Pembinaan Penerjemah Melaksanakan Pusbinter Learning Festival 2025 Selama 3 Hari Dengan Rangkaian Kegiatan Dibuka Oleh Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah.
Jakarta,
20 November 2025 — Kementerian Sekretariat Negara melalui Pusat Pembinaan
Penerjemah (Pusbinter) kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi
bagi Aparatur Sipil Negara melalui Pusbinter Learning Festival 2025: Law,
Language, Literacy, and Life. Kegiatan yang berlangsung secara daring pada
18–20 November 2025 ini menghadirkan sejumlah pakar dari bidang hukum, bahasa,
jurnalistik, dan kesehatan mental untuk memperkuat profesionalitas dan
kapasitas penerjemah ASN di seluruh Indonesia.
Kepala
Pusat Pembinaan Penerjemah, Sri Wahyu Utami, dalam sambutan pembukaannya
menyampaikan bahwa ASN, termasuk penerjemah, memegang peran strategis dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Menurutnya, tuntutan
profesionalitas ASN semakin tinggi di era digitalisasi, sehingga kemampuan
adaptasi, kompetensi teknis, serta integritas menjadi faktor penting dalam
mewujudkan ASN yang akuntabel dan responsif terhadap perubahan zaman. Ia
menekankan bahwa penerjemah sebagai bagian dari roda pemerintahan harus
memiliki kompetensi yang kuat agar dapat mendukung komunikasi pemerintah secara
efektif, terutama dalam konteks lintas bahasa dan lintas budaya.
Selama
tiga hari pelaksanaan, Pusbinter Learning Festival 2025 menghadirkan narasumber
ahli, termasuk Prof. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H., yang membahas pentingnya
etika dan tanggung jawab penerjemah khususnya dalam komunikasi hukum dan
publik; dr. Santi Yuliani, M.Sc., Sp.KJ, Subsp. ENP (K), yang menguraikan
pentingnya kesejahteraan mental penerjemah dalam menjaga ketahanan dan kualitas
kerja; Rizki Washarti Siregar, jurnalis internasional dari CNA Digital yang
menekankan bahwa penerjemah harus mempunyai style book, glossarium yang menjadi
rujukan dalam menerjemahkan sesuai dengan bidangnya masing-masing; serta Ribeka
Ota, penyunting karya terjemahan bahasa Jepang yang memberikan wawasan mengenai
strategi penerjemahan sastra untuk pembaca Asia..
Selain
materi utama, kegiatan ini juga memuat sesi sosialisasi Jurnal Penerjemahan
Online (OJS) yang disampaikan oleh Ilham Tri Ade Wicaksono, untuk mendorong
kontribusi penerjemah dalam penulisan artikel ilmiah.
Pelaksanaan
webinar berlangsung dengan partisipasi tinggi dari para penerjemah yang berasal
dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah. Diskusi interaktif dan
antusiasme peserta menjadi indikator bahwa isu-isu yang dibahas relevan dengan
tantangan yang dihadapi penerjemah di lingkungan pemerintahan saat ini.
Berdasarkan hasil survei, peserta memberikan penilaian “puas” hingga “sangat
puas” terhadap kualitas narasumber, penyelenggaraan acara, serta manfaat materi
bagi peningkatan kompetensi.
Beberapa
pesan penting disampaikan oleh para narasumber, di antaranya dorongan untuk
menghayati dan menerapkan kode etik penerjemah secara nyata, pentingnya menjaga
kesehatan mental sebagai bagian dari profesionalitas kerja, serta peran krusial
penerjemah yang tidak hanya sebagai alih bahasa, tetapi sebagai penjaga presisi
makna dan fakta. Narasumber juga mendorong penerjemah untuk lebih aktif
menerjemahkan karya sastra ke dalam bahasa negara-negara ASEAN sebagai upaya
memperkuat diplomasi budaya dan literasi regional.
Pusbinter
menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam
memperkuat pembangunan kompetensi ASN Penerjemah. Melalui kegiatan seperti ini,
Pusat Pembinaan Penerjemah berharap dapat terus menghadirkan program pembinaan
yang relevan, adaptif, serta didukung oleh narasumber yang berkompeten. Ke
depan, Pusbinter menilai perlunya penguatan anggaran serta peningkatan
kapasitas internal dalam penyelenggaraan pelatihan agar kegiatan dapat
dilaksanakan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak penerjemah ASN di
seluruh Indonesia.
Pusbinter
Learning Festival 2025 ditutup dengan harapan agar seluruh peserta dapat
menerapkan pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh selama kegiatan,
sekaligus terus mengembangkan diri demi mendukung peningkatan kualitas layanan
publik melalui penerjemahan yang profesional, akurat, dan berintegritas. (PUSBINTER) (AF).