Pusat Pembinaan Penerjemah (pusbinter) Kementerian Sekretariat Negara (kemensetneg) Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Penerjemah (jfp) Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (pemprov Jabar), Selasa 4 November 2025.
Bandung, 4 November 2025 — Pusat Pembinaan Penerjemah
(Pusbinter) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Penerjemah
(JFP) di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Kegiatan berlangsung di Grha Merit Center of Excellence for Merit System & Assessment Center,
Bandung, dan diterima oleh Badan
Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat.
Pusbinter diwakili oleh tim yang dipimpin oleh Indriawaty, S.Pd., M.Hum., Kepala
Bidang Pengembangan Kompetensi dan Sertifikasi, Pusat Pembinaan Penerjemah. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperluas
pemahaman mengenai pelaksanaan Jabatan Fungsional Penerjemah, termasuk ruang
lingkup tugas, peran, serta dukungan yang dapat diberikan Pusbinter kepada
instansi pemerintah dalam proses pembentukan dan pengelolaan JFP. Sosialiasi
ini juga diharapkan dapat mendorong hadirnya JFP di lingkungan Pemprov Jabar.
Dari pihak Pemprov Jabar, kegiatan diterima oleh Anita Ratnaningsih Supriyo, S.STP., M.M., Kepala Bidang Pengembangan Aparatur dan Penilaian Kompetensi BKD Provinsi
Jawa Barat, bersama tim dari
Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.
Dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa sosialisasi terkait JFP sebelumnya pernah dilaksanakan, dan Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemprov Jabar
telah memberikan arahan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk
melakukan perhitungan formasi jabatan. Namun demikian, tindak lanjut dari OPD
belum dilakukan secara menyeluruh. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman mengenai output
kegiatan JFP. Sehingga kekhawatiran muncul terkait potensi kekeliruan
perhitungan, serta adanya "tarik-menarik" atau tumpang tindih output antar-Jabatan Fungsional.
Menanggapi hal tersebut, Pusbinter
menyampaikan kesiapan untuk mendampingi Pemprov Jabar dalam melakukan
perhitungan formasi JFP serta memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai jenis
output kegiatan penerjamah.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong
terbentuknya Jabatan Fungsional Penerjemah di lingkungan Pemerintah Provinsi
Jawa Barat. Dengan adanya JFP di daerah, diharapkan keberadaan penerjemah dapat
mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi
organisasi serta pimpinan daerah, khususnya dalam hal penerjemahan
dokumen, komunikasi antarinstansi, dan kerja sama lintas bahasa.
Setelah sesi sosialisasi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan tur fasilitas Grha Merit yang dipandu
oleh Tim Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja,
Dipl., S.E., M.Eng. Tur ini memberikan kesempatan bagi tim Pusbinter
untuk melihat secara langsung fasilitas dan sistem pendukung pengembangan
kompetensi ASN di lingkungan Pemprov Jawa Barat.