Dorong Pembentukan JFP, Pusbinter Lakukan Sosialisasi di Pemprov Jawa Barat

Dorong Pembentukan JFP, Pusbinter Lakukan Sosialisasi di Pemprov Jawa Barat

Pusat Pembinaan Penerjemah (pusbinter) Kementerian Sekretariat Negara (kemensetneg) Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Penerjemah (jfp) Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (pemprov Jabar), Selasa 4 November 2025.

  • Kamis, 6 November 2025 pukul 10.31
  • Pusbinter
  • Dilihat 21 kali

Bandung, 4 November 2025 — Pusat Pembinaan Penerjemah (Pusbinter) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Penerjemah (JFP) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Kegiatan berlangsung di Grha Merit Center of Excellence for Merit System & Assessment Center, Bandung, dan diterima oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat.

Pusbinter diwakili oleh tim yang dipimpin oleh Indriawaty, S.Pd., M.Hum., Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Sertifikasi, Pusat Pembinaan Penerjemah. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperluas pemahaman mengenai pelaksanaan Jabatan Fungsional Penerjemah, termasuk ruang lingkup tugas, peran, serta dukungan yang dapat diberikan Pusbinter kepada instansi pemerintah dalam proses pembentukan dan pengelolaan JFP. Sosialiasi ini juga diharapkan dapat mendorong hadirnya JFP di lingkungan Pemprov Jabar.

Dari pihak Pemprov Jabar, kegiatan diterima oleh Anita Ratnaningsih Supriyo, S.STP., M.M., Kepala Bidang Pengembangan Aparatur dan Penilaian Kompetensi BKD Provinsi Jawa Barat, bersama tim dari Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa sosialisasi terkait JFP sebelumnya pernah dilaksanakan, dan Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemprov Jabar telah memberikan arahan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan perhitungan formasi jabatan. Namun demikian, tindak lanjut dari OPD belum dilakukan secara menyeluruh. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman mengenai output kegiatan JFP. Sehingga kekhawatiran muncul terkait potensi kekeliruan perhitungan, serta adanya "tarik-menarik" atau tumpang tindih output antar-Jabatan Fungsional.

Menanggapi hal tersebut, Pusbinter menyampaikan kesiapan untuk mendampingi Pemprov Jabar dalam melakukan perhitungan formasi JFP serta memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai jenis output kegiatan penerjamah.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong terbentuknya Jabatan Fungsional Penerjemah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan adanya JFP di daerah, diharapkan keberadaan penerjemah dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi serta pimpinan daerah, khususnya dalam hal penerjemahan dokumen, komunikasi antarinstansi, dan kerja sama lintas bahasa.

Setelah sesi sosialisasi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan tur fasilitas Grha Merit yang dipandu oleh Tim Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl., S.E., M.Eng. Tur ini memberikan kesempatan bagi tim Pusbinter untuk melihat secara langsung fasilitas dan sistem pendukung pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Pemprov Jawa Barat. 

Kritik & Saran

Aplikasi Mobile e-JFP

Sistem aplikasi jabatan fungsional penerjemah (e-JFP) dari Sekretariat Kabinet selaku pembina jabatan fungsional penerjemah.

Download Sekarang !